01309 2200241 4500001002100000005001500021035002000036245003500056100001400091250001000105300003600115856001000151260003100161082001000192084001700202020002200219600001000241520077600251990001001027990001001037990001001047990001001057INLIS00000000000210620231204063207 a0010-12230000421 aSeribu Wajah Ayah /cNurun Ala0 aNurun Ala aCet.3 avii, 134 hlm :bilus ;c13 x 19 aFiksi aJakarta :bGrasindo,c2022 aF 813 aF 813 NUR s a978-602-052-267-8 4anovel aNovel Seribu Wajah Ayah ditulis lima tahun lalu, saat saya baru saja menikah dan ayah masih hidup. Beliau adlah pembaca pertama naskah ini, sekaligus pembaca setia karya-karya saya. Beliau selalu percaya dan mendukung mimpi-mimpi saya, serta menjadi orang yang paling antusias menanti setiap karya terbaru saya. Beliau adalah alasan saya menulis novel ini. Kini menghadirkan kembali kisah ini ketika saya telah menjadi ayah dan ayah saya telah tiada, barangkali jadi semacam pengingat bagi diri. Bahwa wujud kasih seorang ayah tak melulu berbentuk materi dan wujud bakti seorang anak selayaknya tak sekadar nilai tinggi atau sederet prestasi. Bahwa cinta bukan cuma perihal angka-angka.Novel ini kupersembahkan untuk ayahku, anakku, semua ayah, dan semua anak di dunia. a20792 a20791 a20793 a20794