01249 2200241 4500001002100000005001500021035002000036245005600056100001800112250001300130300003000143856001300173260003400186082001000220084001600230020002200246600001300268520068600281990001000967990001000977990001000987990001000997INLIS00000000000240320231221050112 a0010-12230003391 aAsiyah :bSang mawar Gurun Fir'aun /cSibel Eraslan0 aSibel Eraslan aCet.1.-- avi, 370 hlm ;c13 x 20 cm aFilsafat aJakarta :bKaysa Media,c2022 a153.2 a153.2 SIB a a978-602-215-133-3 4aMotivasi aPagi itu, Nil menangis untuk saudara perempuannya... Seluruh ikan yang berada di dalamnya, mutiara-mutiara yang berada di tepiannya, anemon yang berada jauh di dalamnya, pohon-pohon akasia yang berada di sudutnya, gurun-gurun yang menjaga bukit-bukit rahasia di dalamnya. Setangkai mawar akan tetap indah, meskioun telah tiada. Meninggalkan kesan yang tak terlupakan, Asiyah adalah mawar yang tumbuh mekar mewangi di gurun-gurun Mesir. Memegang teguh akidahnya, percaya akan Allah yang Mahatunggal, bahkan hingga jilatan lidah api menyentuh kulitnya. Asiyah, seorang ibu yang mengasuh Musa yang ditemukannya terhanyut di Nil, seorang muslimah yang sungguh pantas menjadi teladan. a20875 a20876 a20877 a20878