01667 2200205 4500001002100000005001500021020002200036035002000058082000800078084001400086100001500100245007400115260003900189300003600228520114000264650001601404856000901420990001601429990001601445INLIS00000000000288220240203035141 a978-979-444-447-4 a0010-0224000070 a800 a800 UMA t0 aUmar Kayam1 aTitipan Umar Kayam :bSekumpulan Kolom Di Majalah Tempo /cUmar Kayam aJakarta :bTempo inti media,c2002 axviii + 257 hlm ;c21,5 x 15 cm aKolom Umar Kayam bisa mengambil contoh cerita wayang, bisa mengejek perilaku karikatural yang ditemukannya, yang jelas keprihatinannya tentang otentisitas tak pernah lepas. la ingin melihat perubahan. la ingin, bahkan teramat ingin, mengajak bangsanya menjelajahi cakrawala yang tanpa batas, tetapi tidak at any price ... ia tak ingin satu pun yang dikorbankan, apalagi "wong cilik" yang selalu berada dalam situasi defenseless. Jika hanya satu kolomnya yang dibaca, dan kalau cuma satu cerita pendeknya yang sempat ternikmati, ita dengan mudah bisa terjebak pada penafsiran seakan-akan ia adalah seorang konservatif. Umar Kayam tidak terwakili oleh sebuah kolom dan bukan pula sebuah cerita pendek atau novel sekalipun. la diwakili oleh keseluruhan tulisan apapun coraknya, candanya, kelakarnya, bahkan, mungkin juga, kodongkolannya ... Bagi mereka yang sama sekali tak tahu bahasa Jawa, Inggris, dar Belanda, mungkin gaya Umar Kayam bisa menjengkelkan: apa maksudnya dengan kata-kata yang aneh itu. Tetapi di sinilah kekuat Umar Kayam. la tak ingin menjadikan bahasa sebagai belenggu unt.. menyatakan pikiran... 4aKesusatraan aUmum aKS 2013 210 aKS 2013 211