01496 2200193 4500001002100000005001500021035002000036245004100056100002200097300002300119260003200142082000800174084001400182020002200196600001600218520103600234990001601270990001601286INLIS00000000000327920240328022953 a0010-03240002171 aSepatu Terakhir /cToni Tegar Sahidi0 aSAhidi tegar toni a310 hlm ;c14x20cm aJakarta :bRepublika,c2012 a813 a813 SAH s a978-602-7595-21-7 4aKesusatraan aHidup Pak Marwan adalah identik dengan sepatu. Jalan hidupnya tak jauh dari alas kaki itu. Punya ayah tukang sol sepatu, pernah bekerja di pabrik sepatu sampai membuka usaha pembuatan sepatu sendiri. Caranya menjalani bisnis yang tak biasa justru menjadikan namanya dikenal sebagai "bapak sepatu' di desanya. Desa kecil di Blitar, Jawa Timur, yang tak punya banyak sumber daya. Kehilangan anak kandung dan ditinggal istri sempat membuatnya terpuruk. Namun Alin, si anak angkat yang tobat dari kenakalannya menjadi teman setia sang ayah. Hubungan keduanya yang hangat terusik dengan surat pendek dari sang ayah yang tiba-tiba ingin pensiun membuat sepatu. Sebuah sepatu istimewa pun menjadi penutup perjalanan sang ayah dengan sepatu. Sepatu terakhir yang disayembarakan secara tak biasa. Sepatu pamungkas Pak Marwan juga menjadi pembuka jalan bagi ayah dan anak itu mendengar kisah- kisah heroik dari orang-orang biasa. Sampai suatu ketika Alin menemukan jawaban atas sikap misterius sang ayah selama ini. aKS 2016 352 aKS 2016 353