02113 2200241 4500001002100000005001500021035002000036245008100056100002300137250001900160300004600179856002300225260003400248082001000282084001700292020002200309600002700331520142500358990002201783990002201805990002201827990002201849INLIS00000000000626420241204022648 a0010-12240000301 aKomunikasi Antarbudaya :bSatu Perspektif Multidimensi /cH. Ahmad Sihabudin0 aH. Ahmad Sihabudin aEd.1, Cet.4.-- axiii, 162 hlm. :bilus. ;c14,5 x 20,5 cm aIlmu - Ilmu Sosial aJakarta :bBumi Aksara,c2019 a302.2 a302.2 AHM k a978-602-217-045-7 4aKomunikasi Antarbudaya aBudaya berkenaan dengan cara manusia hidup. Manusia belajar berpikir, merasa mempercayai, dan mengusahakan apa yang patut menurut budayanya. Bahasa, persahabatan, kebiasaan makan, praktik komunikasi, tindakan-tindakan sosial, kegiatan ekonomi, politik, dan teknologi, semua itu berdasarkan pola-pola budaya. Budaya adalah suatu konsep yang membangkitkan minat. Secara formal budaya didefinisikan sebagai tatanan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna, dan diwariskan dari generasi ke generasi melalui usaha individu dan kelompok. Budaya berkesinambungan dan hadir di mana-mana, budaya juga berkenaan dengan bentuk fisik serta lingkungan sosial yang mempengaruhi hidup kita. Budaya kita, secara pasti, memengaruhi kita sejak dalam kandungan hingga mati dan bahkan setelah mati pun kita dikuburkan dengan cara-cara yang sesuai dengan budaya kita. Budaya dipelajari tidak diwariskan secara genetis, budaya juga berubah ketika orang-orang berhubungan antara yang satu dengan lainnya. Artinya budaya dan komunikasi tidak dapat dipisahkan. Budaya tidak hanya menentukan siapa bicara siapa, tentang apa, dan bagaimana komunikasi berlangsung, tetapi budaya juga turut menentukan orang menyandi pesan, makna yang ia miliki untuk pesan, dan kondisi-kondisi untuk mengirim, memperhatikan, dan menafsirkan pesan. Sebenarnya seluruh perbendaharaan perilaku kita sangat tergantung pada budaya kita dibesarkan. a155 221 337 21851 a155 221 337 21852 a155 221 337 21853 a155 221 337 21854